Belajar Presentasi Dengan Dale Carnegie

9 02 2010

Awalnya saya sempat bingung juga saat membaca subject email dari HR tempat saya bekerja dimana saya terdaftar sebagai salah satu peserta yang akan mengkuti pelatihan “High Impact Presentation Skill (baca HIPS)” yang diselenggarakan oleh dale carnegie. Yang membuat saya bingung adalah subject email dimana ada embel-embel high impact serta dale carnegie karena memang belum pernah kenal, kalau kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”.

Training ini dilakukan selama dua hari, sayangnya saya hanya sempat mengikuti training hari pertama karena ada business lain dibatam, sehingga hari berikutnya saya harus terbang ke batam . Akan tetapi dari training yang sehari ini, saya mendapatkan banyak mamfaat untuk perbaikan presentasi saya kedepannya. Tulisan ini saya maksudkan untuk sharing pengalaman khususnya teman-teman engineer yang seperti saya dimana sangat minim pengetahuan skill presentation pada hal itu penting.

Kenapa saya katakan penting, mencuplik isi materi pembukaan pak Paul Siregar selaku trainer dari dale carnegie bahwa hasil riset beberapa majalah internasional dari beberapa tahun pengambilan sample didapatkan satu kesimpulan bahwa sampai dengan saat ini comunication skill masih menduduki peringkat pertama penunjang keberhasilan karier seseorang.

Pembukaan presentasi pak paul dengan mengungkapkan fakta ini, membuat saya dan peserta lain juga tentunya makin bersemangat untuk mengetahui lebih jauh tetang apasih pesan yang akan disampaikan dari training HIPS ini dan apa hubungannya dengan comunication skill.

Ternyata salah satu bagian dari comunication skill adalah presentasi. dan pada training HIPS ini kita diajarkan bagaimana membuat bahan presentasi yang baik serta bagaimana kita mempresentasikannya sebab dengan presentasi yang baik, ide-ide kreatif dan inspirati dari kita sebagai engineer bisa dengan lebih mudah tersampaikan dan dipahami oleh orang lain, kenapa bisa begitu pak?

kerana presentasi yang baik telebih dahulu mendefinisikan siapa auidinece (our boss, orang awam, mitra kerja kita etc) serta mendefinisikan object dari presentasi kita. dari sini barulah kita menyusun kerangka dari presentasi tersebut yang diawali dengan opening remaks dan diakhiri dengan closing remarks dan dari training ternyata ada banyak type opening serta closing remarks yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan mutu dari presentasi kita. Dan yang lebih penting lagi saat menyampaikan kita harus terlihat percaya diri, smart dll.

saya ucapkan thanks buat pak Paul dan team, serta thanks atas bukunya.





RE-MOVEABLE PONDASI COMPRESSOR ENGINE PACKAGE MENGGUNAKAN SEGMENTAL PRE-STRESSED CONCRETE PAD

14 10 2008

Proyek ini telah beberapa bulan selesai, yaitu pemasangan well head compressor yang bertujuan untuk menaikan tekanan gas dari sumur agar dapat dikirim ke stasiun pengumpulan. Package compressor ini dipasang pada sumur-sumur gas yang sudah tua sehingga konsep dasarnya pemasangan package compressor ini bersifat temporary dalam kurum waktu hitungan bulan.

 

Mengingat pemasangannya yang bersifat sementara, maka fasilitas – fasilitas penunjangnya harus dibuat flexible, termasuk didalamnya adalah pondasi dudukan package compressor tersebut sehingga mudah untuk dipindahkan ke sumur gas yang lain tanpa harus membuat baru lagi dan dalam waktu yang lebih singkat (kan lucu, jika fase constructionya bisa lebih lama dari fase operation).

 

Awalnya saya ragu, apakah kami bisa merencanakan pondasi seperti requirements diatas (dapat dipindahkan), mengingat selama ini rule of thumb dari perencanaan pondasi mesin adalah berat pondasi minimal 2.5 kali terhadap berat mesin + compressor. Sementara informasi yang kami dapatkan dari manufacture package compressor bahwa berat compressor package kisaran 25 ton, artinya berat pondasi minimal 62.5 ton.

 

Langkah pertama yang kami lakukan adalah meminta perhitungan berat dari masing-masing component compressor package pada manufacturer, sehingga dari data tersebut diketahui bahwa berat engine + compressor tidak lebih dari 5 ton, selebihnya adalah berat skid beserta accessories dari compressor package tersebut. Selain itu kami juga meminta loading data dari compressor package dimana diketahui nilai excitation force akibat unbalance mass tidak lebih dari 10 kg per titik anchor bolt.

 

Hal ini menunujukan bahwa, excitation force akibat unbalance force dari engine dan compressor didesign sudah dapat ditahan oleh skidnya sendiri, sehingga pondasi dibutuhkan hanya untuk menahan beban gravitas dari package compressor tersebut agar tidak terjadi penurunan yang belebihan serta penurunan yang tidak mereta, juga pengechekan terhadap daya dukung tanah ijin.

 

Untuk tujuan dari pondasi yang kami sebutkan diatas, akhirnya kami memutuskan menggunakan pre-stressed concrete pad (panjang 2 meter, lebar 1 meter, tebal 15 cm) yang disusun dengan rapih diatas lapisan pasir batu (sirtu) yang telah dipadatkan setebal 20 cm dan diberi curb disekelilinya agar sirtu tersebut dapat saling interlocking.

 

Untuk perhitungan pre-stressed concrete pad dilakukan oleh vendor supplier-nya dengan dimodelkan menggunakan software berbasis finite element serta lapisan sirtu tersebut dihitung kekakuannya untuk dimodelkan sebagai spring yang menopang concrete pad tersebut. Dari data hasil analisis tersebut dapat diketahui nilai gaya geser, gaya axial serta momen yang harus ditahan oleh concrete pad tersebut untuk selanjutnya digunakan untuk mendesign kebutuhan jumlah strand dari pre-stressed concrete pad tersebut.

 

Sisi lain yang juga harus dicheck saat mendesign pre-stressed concrete pad adalah, momen serta gaya yang timbul saat concrete pad tersebut diangkat untuk dipindahkan dari satu tempat ketempat lain termasuk mendesign letak titik angkat beserta detil dari titik angkat tersebut.

 

Alhamdulillah saat ini compressor package tersebut sekarang telah running dengan baik, dan hanya butuh waktu kurang dari 10 hari untuk memindahkannya termasuk pondasinya dan memasang kembali unit tersebut.





EVALUASI INTEGRITAS PIPA BERTEKANAN TERTANAM DENGAN PENAMBAHAN BEBAN KENDARAAN

7 10 2008

Diakhir ramadhan kemarin, saya medapatkan tugas dari atasan untuk melakukan evaluasi integritas existing pipa bertekanan yang dialiri liquid dan tertanam dikarenakan adanya pembuatan jalan yang melintas diatas jalur pipa tersebut. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis kendaraan yang diijinkan melintas tanpa mengakibatkan kerusakan pada pipa.

 

 

Pada dasarnya terdapat dua pilihan yang dapat dilakukan untuk kasus semacam ini; 1. Menentukan jenis kendaraan maximum yang bakal lewat, kemudian melakukan evaluasi perlu tidaknya membuat pipe culvert untuk melindungi line pipa tersebut, 2. Membatasi jenis kendaraan yang boleh lewat, sehingga line pipa tidak mengalami kerusakan tanpa penambahan pipe protection. Mengingat fungsi jalan yang bersifat sekunder dan untuk meminimize cost, maka pilihan nomor dua dirasa paling tepat untuk kasus saya kali ini.

 

Berikut kutipan dari executive summary dari laporan hasil evaluasi tersebut:

“This report contains of the structural integrity analysis for U/G pipelines. The U/G pipelines are liquid line service, located at crossing road –deleted by badar- (Indonesia). 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 Silakan unduh di link ini untuk melihat detil perhitungan yang saya lakukan.

http://ifile.it/gyufnz7
http://ifile.it/6lcrnjx

 

Referensi yang digunakan dalam penulisan laporan ini :

  1. ASME B31.4, “Liquid Transportation Systems For Hydrocarbons, Liquid Petroleum Gas, Anhydrous Ammonia, and Alcohols, “American Society of Mechanical Engineers, New York.
  2. ASCE, 1995, “Guidelines for the Design of Buried Steel Pipe”, American Society of Civil Engineers.
  3. Watkins, R.K. and Anderson, L.R 1999, “Structural Mechanics of Buried Pipes”, New York.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 Silakan unduh di link ini untuk melihat detil perhitungan yang saya lakukan.

 

Referensi yang digunakan dalam penulisan laporan ini :

  1. ASME B31.4, “Liquid Transportation Systems For Hydrocarbons, Liquid Petroleum Gas, Anhydrous Ammonia, and Alcohols, “American Society of Mechanical Engineers, New York.
  2. ASCE, 1995, “Guidelines for the Design of Buried Steel Pipe”, American Society of Civil Engineers.
  3. Watkins, R.K. and Anderson, L.R 1999, “Structural Mechanics of Buried Pipes”, New York.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The U/G pipelines are crossed by Access road to –deleted by badar-, attached to the sand soil with 2 m depth. The U/G pipelines are owned and operated by –deleted by badar. Engineering & Construction Dept. –deleted by badar- performing an analysis appraisal to assess the integrity of the pipelines structure. The scopes of works are visual inspection and structure analysis consider with external load due to truck according AASHTO (The American Association of State Highway & Transportation Officials) .

 

 

The U/G pipelines are crossed by Access road to –deleted by badar-, attached to the sand soil with 2 m depth. The U/G pipelines are owned and operated by –deleted by badar. Engineering & Construction Dept. –deleted by badar- performing an analysis appraisal to assess the integrity of the pipelines structure. The scopes of works are visual inspection and structure analysis consider with external load due to truck according AASHTO (The American Association of State Highway & Transportation Officials) .

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 Silakan unduh di link ini untuk melihat detil perhitungan yang saya lakukan.

 

Referensi yang digunakan dalam penulisan laporan ini :

  1. ASME B31.4, “Liquid Transportation Systems For Hydrocarbons, Liquid Petroleum Gas, Anhydrous Ammonia, and Alcohols, “American Society of Mechanical Engineers, New York.
  2. ASCE, 1995, “Guidelines for the Design of Buried Steel Pipe”, American Society of Civil Engineers.
  3. Watkins, R.K. and Anderson, L.R 1999, “Structural Mechanics of Buried Pipes”, New York.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 Silakan unduh di link ini untuk melihat detil perhitungan yang saya lakukan.

 

Referensi yang digunakan dalam penulisan laporan ini :

  1. ASME B31.4, “Liquid Transportation Systems For Hydrocarbons, Liquid Petroleum Gas, Anhydrous Ammonia, and Alcohols, “American Society of Mechanical Engineers, New York.
  2. ASCE, 1995, “Guidelines for the Design of Buried Steel Pipe”, American Society of Civil Engineers.
  3. Watkins, R.K. and Anderson, L.R 1999, “Structural Mechanics of Buried Pipes”, New York.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The scopes of works consist of:

  1. Collecting data i.e.: Drawing, design basis and site check for depth of soil cover.
  2. The structural analysis considering its geometry and additional external load due to truck load.
  3. In the structural analyses, all members are checked by referring the specified minimum yield strength (SMYS) at ASME B31.4 “Liquid Transmission and Distribution Piping System”.
  4. The analyses consider the in-site loading cases and its geometry.

Based on the data and analyses it can be concluded as follows:

  1. The U/G pipelines are considered acceptable to be operated in its planned service time.
  2. The U/G pipelines have sufficient structural reserve capacity to withstand truck loads conditions during its operations. Any other vehicle load condition such as low buoy should not be allowed, unless re-engineering analysis shows that it is acceptable.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 

 

 

 

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 

 

 

 

 

 

The scopes of works consist of:

  1. Collecting data i.e.: Drawing, design basis and site check for depth of soil cover.
  2. The structural analysis considering its geometry and additional external load due to truck load.
  3. In the structural analyses, all members are checked by referring the specified minimum yield strength (SMYS) at ASME B31.4 “Liquid Transmission and Distribution Piping System”.
  4. The analyses consider the in-site loading cases and its geometry.

Based on the data and analyses it can be concluded as follows:

  1. The U/G pipelines are considered acceptable to be operated in its planned service time.
  2. The U/G pipelines have sufficient structural reserve capacity to withstand truck loads conditions during its operations. Any other vehicle load condition such as low buoy should not be allowed, unless re-engineering analysis shows that it is acceptable.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The scopes of works consist of:

  1. Collecting data i.e.: Drawing, design basis and site check for depth of soil cover.
  2. The structural analysis considering its geometry and additional external load due to truck load.
  3. In the structural analyses, all members are checked by referring the specified minimum yield strength (SMYS) at ASME B31.4 “Liquid Transmission and Distribution Piping System”.
  4. The analyses consider the in-site loading cases and its geometry.

Based on the data and analyses it can be concluded as follows:

  1. The U/G pipelines are considered acceptable to be operated in its planned service time.
  2. The U/G pipelines have sufficient structural reserve capacity to withstand truck loads conditions during its operations. Any other vehicle load condition such as low buoy should not be allowed, unless re-engineering analysis shows that it is acceptable.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 

 

 

 

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 

 

 

 

 

 

The scopes of works consist of:

  1. Collecting data i.e.: Drawing, design basis and site check for depth of soil cover.
  2. The structural analysis considering its geometry and additional external load due to truck load.
  3. In the structural analyses, all members are checked by referring the specified minimum yield strength (SMYS) at ASME B31.4 “Liquid Transmission and Distribution Piping System”.
  4. The analyses consider the in-site loading cases and its geometry.

Based on the data and analyses it can be concluded as follows:

  1. The U/G pipelines are considered acceptable to be operated in its planned service time.
  2. The U/G pipelines have sufficient structural reserve capacity to withstand truck loads conditions during its operations. Any other vehicle load condition such as low buoy should not be allowed, unless re-engineering analysis shows that it is acceptable.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

The scopes of works consist of:

  1. Collecting data i.e.: Drawing, design basis and site check for depth of soil cover.
  2. The structural analysis considering its geometry and additional external load due to truck load.
  3. In the structural analyses, all members are checked by referring the specified minimum yield strength (SMYS) at ASME B31.4 “Liquid Transmission and Distribution Piping System”.
  4. The analyses consider the in-site loading cases and its geometry.

Based on the data and analyses it can be concluded as follows:

  1. The U/G pipelines are considered acceptable to be operated in its planned service time.
  2. The U/G pipelines have sufficient structural reserve capacity to withstand truck loads conditions during its operations. Any other vehicle load condition such as low buoy should not be allowed, unless re-engineering analysis shows that it is acceptable.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 

 

 

 

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 

 

 

 

 

 

The scopes of works consist of:

  1. Collecting data i.e.: Drawing, design basis and site check for depth of soil cover.
  2. The structural analysis considering its geometry and additional external load due to truck load.
  3. In the structural analyses, all members are checked by referring the specified minimum yield strength (SMYS) at ASME B31.4 “Liquid Transmission and Distribution Piping System”.
  4. The analyses consider the in-site loading cases and its geometry.

Based on the data and analyses it can be concluded as follows:

  1. The U/G pipelines are considered acceptable to be operated in its planned service time.
  2. The U/G pipelines have sufficient structural reserve capacity to withstand truck loads conditions during its operations. Any other vehicle load condition such as low buoy should not be allowed, unless re-engineering analysis shows that it is acceptable.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 

 

 

 

 

 

The purpose of structural analysis for this U/G pipelines are to check the adequacy of the strength and stiffness of its structure to withstand the loads imposed by operational activities and environmental loads during operation, truck load. Ultimately the purpose of the analysis is to establish a necessary recommendation aimed to ensure U/G pipelines structure reliability.

 

 

 

 

 

 

 

The scopes of works consist of:

  1. Collecting data i.e.: Drawing, design basis and site check for depth of soil cover.
  2. The structural analysis considering its geometry and additional external load due to truck load.
  3. In the structural analyses, all members are checked by referring the specified minimum yield strength (SMYS) at ASME B31.4 “Liquid Transmission and Distribution Piping System”.
  4. The analyses consider the in-site loading cases and its geometry.

Based on the data and analyses it can be concluded as follows:

  1. The U/G pipelines are considered acceptable to be operated in its planned service time.
  2. The U/G pipelines have sufficient structural reserve capacity to withstand truck loads conditions during its operations. Any other vehicle load condition such as low buoy should not be allowed, unless re-engineering analysis shows that it is acceptable.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





PERBAIKAN TANAH LUNAK

24 09 2008

Sudah sejak setahun yang lalu saya berniat untuk menulis tentang hal ini diblog saya, tepatnya setelah mengikuti pelatihan dari MBT tentang perbaikan tanah lunak, karena kseibukan maka selalu terlewatkan. Membaca salah satu pertanyaan pada blog saya tentang perbaikan tanah lunak tehadap settlement, maka saya bermaksud menjawab pertanyaan tersebut sekalian menjelaskan permasalahan tanah lunak lainnya, kalau kata pepatah “sekali merengkuh dayung maka dua tiga pulau terlewati”.

Berikut saya kutipkan pertanyaan dari saudara Datyo.

“Salam kenal pak Badar, Saat ini saya akan melakukan perbaikan tanah urugan 2,5 km dari tepi pantai Gresik. Sehingga lokasinya ada di laut. sisi selatan dermaga, sisi barat dan utara adalah laut. Kami akan memasang storage tank dengan beban 20,000 ton. Karena ada di laut maka penurunan tanah sangat tinggi, Untuk tangki yang ada disebelah lokasi kami sudah mengalami penurunan 5-10 cm, padahal baru diurug 3 bulan yang lalu. Melihat ini kami akan menggunakan Vertikal drain untuk mempercepat pemadatan, akan tetapi ternyata biayanya sangat mahal. Apakah ada cara lain untuk melakukan pemadatan selain dengan cara prefabricated vertical drain ini pak.. tujuannya sih untuk ngirit biaya… Terima kasih….”

Umumnya jenis tanah yang mengalami konsolidasi berlebihan adalah lempung lunak jenuh. Terdapat beberapa metode yang bisa dilakukan guna perbaikan tanah lunak terhadap penurunan yang berlebihan (settlemen) dan secara garis besar dapat dikelompokan dalam tiga kategori : pertama dapat dilakukan dengan memasang vertical drain, kedua dengan menggunakan cerucuk atau corduroy serta yang ketiga dengan menggunakan pondasi tiang.

Pertama memasang vertical drain, tanah lempung lunak jenuh adalah tanah dengan rongga kapiler yang sangat kecil sehingga proses konsolidasi saat tanah dibebani memerlukan waktu cukup lama, sehingga untuk mengeluarkan air dari tanah secara cepat adalah dengan mebuat vertical drain pada radius tertentu sehingga air yang terkandung dalam tanah akan termobilisasi keluar melalui vertical drain yang telah terpasang. Vertical drain ini dapat berupa stone column atau menggunakan material fabricated yang diproduk oleh geosinindo atau pabrik yang lainnya. Pekerjaan vertical drain ini biasanya dikombinasikan dengan pekerjaan pre-load berupa timbunan tanah, dengan maksud memberikan beban pada tanah sehingga air yang terkandung dalam tanah bisa termobilisasi dengan lebih cepat.

Kedua dengan menggunakan cerucuk bamboo atau corduroy, prinsip kerjanya sebelum dilakukan penimbunan terlebih dahulu memasang bantalan baik yang terbuat dari bamboo (cerucuk) atau dari kayu gelondongan (corduroy) sehingga saat tanah dihampar tidak bercampur dengan tanah asli dibawahnya dan tanah timbunan tersebut membentuk satu kesatuan yang mengapung diatas tanah aslinya semacam pontoon yang mengapung diatas air. Terdapat pondasi cerucuk bamboo yang telah dimodifikasi dan dipatentkan oleh Pak Mansyur Irsyam (dosen ITB) yang telah diaplikasikan pada bebepara daerah diindonesia serta telah terbukti mamfaatnya.

Ketiga dengan menggunakan taing pancang, bisa berupa bore pile atau PC spun pile, sehingga struktur yang akan kita bangun diatas tanah tersebut tidak lagi menumpuh pada tanah lunak tersebut akan tetap menumpu pada lapisan tanah keras dibawahnya. Satu hal yang perlu diperhatikan saat merencanakan pondasi tiang pancang pada tanah lunak adalah negative skin friction.

Dua metode perbaikan tanah lunak yang saya sebutkan pertama cocok diaplikasikan pada pekerjaan jalan, yard penumpukan barang pada dermaga dll. Sementara untuk untuk pondasi dari struktur atau proses equipment yang tepat diguanakan adalah menggunakan pondasi tiang pancang.

Pile raft foundation, adalah pondasi yang sering digunakan untuk pondasi tangki pada tanah lunak. Prinsip kerjanya seperti deck on pile dimana tangki duduk pada pile cap yang ditopang oleh sejumlan pile dan saya selalu menggunakan metode seperti ini dalam merencanakan pondasi equipment dengan pertimbangan : penurunan yang diijinkan terhadap pondasi equipment sangat kecil, karena equipment ini tersambung dengan equipment proses lainnya melalui pipa baja yang cukup kaku

Ring foundation juga sering digunakan untuk pondasi tangki refer to API 650, akan tetapi pada kondisi tanah lunak tentunya sudah tidak cocok sebab apabila terjadi settlement yang tidak merata akan menyebabkan pondasi miring dan crack, dan ini merupakan awal kegagalan dari pondasi.

Ring foundation juga sering digunakan untuk pondasi tangki refer to API 650, akan tetapi pada kondisi tanah lunak tentunya sudah tidak cocok sebab apabila terjadi settlement yang tidak merata akan menyebabkan pondasi miring dan crack, dan ini merupakan awal kegagalan dari pondasi.





APPRAISAL EXISTING GUY-TOWER STRUCTURE

26 08 2008

Sebulan terakhir salah satu kegiatan yang cukup menyita waktu adalah melakukan Appraisal existing guy-tower structure. Appraisal itu apa pak? Kalau kita check dikamus inggris Indonesia, maka appraisal diartikan penaksiran, sejatinya appraisal yang dimaksud pada tulisan ini adalah melukukan assessment guna mengetahui integritas struktur tersebut.

Sebenarnya buat saya pekerjaan ini tergolong baru, karena selama ini saya lebih banyak mendesign serta menconstruct project bukan appraisal, sehingga disini saya akan mengutipkan salah satu tulisan yang saya dapatkan dari kawan yang memang sering terlibat dalam pekerjaan ini (mas Dwi, ijin mempublikasikan sebagian tulisan anda ya, hitung-hitung amal).

Bagaimana metode dalam melakukan appraisal; yang pertama kali dilakukan adalah mengumpulkan semua data yang berkaitan dengan structure yang akan diappraisal berupa asbuilt drawing serta calculation sheet. Langkah berikutnya adalah melakukan qualitative assessment berupa visual inspection serta NDE jika dibutuhkan, kemudian dilanjutkan dengan quantitative assessment dan dilanjutkan dengan re-structure analysis hail akhirnya berupa kesimpulan serta rekomendasi.

Sama halnya dengan metode apparaisal yang telah saya tulisakan sebelumnya, data-data perencanaan serta construction dari existing guy-tower ini kami peroleh dari owner, selanjutkan kami melakukan qualitative dan quantitative assessment. Disebabkan karena lokasi-nya yang diluar Jakarta sehingga saya tidak ikut dalam tahapan ini dan tidak bisa cerita banyak pada tahapan ini yang jelas hasil yang diperoleh dari tahapan ini berupa; 1. foto-foto existing structure, re-asbuild structure setelah terdeformasi selama masa layan, 3. pengukuran ketebalan element setructure, serta pengurangan ketebalan structure akibat corrosion, 4. pengecekan kualitas pengelasan dan kondisinya saat ini.

Dari data-data tersebut, selanjutnya kami melakukan pengecekan geometry structure, apakah structure ini direncanakan sesuai code atau tidak, hasilnya structure guy-tower ini masih sesuai code. Code yang digunakan untuk pengecekan structure ini adalah ANSI/TIA-G-222-2005 “Structural Standard for Suppporting Structure & Antenna”, serta dari data tersebut diatas diketahui bahwa structure telah terdefleksi lebih dari yang disyaratkan, sehingga diperlukan re-analysis structure guna mengetahui apakah structure masih layak digunakan atau tidak dengan mempertibangkan kondisinya saat ini dan beban layan yang harus diterima.

Pada pekerjaan re-analisis structure, beberapa hal yang membuat saya bingung dan akhirnya harus belajar lagi guna menyelesaikannya adalah :

  1. Memodelkan structure yang telah terdefomasi sehingga bisa sama dengan existing, kalau memodelakan structure guy-tower biasa mudah saja sebab pada beberapa software analisis structure sudah tersedia template untuk ini, akan tetapi setelah terdeformasi tentunya sedikit beda sebab tidak bisa degenerate karena bentuknya yang sudah terdeformasi.
  2. Karena guy-tower, maka ada perlakuan khusus pada element cablenya sebab canble adalah element yang memiliki sifat khusus yaitu hanya mampu menahan gaya aksial serta analysisnya harus non-linear.

Saat ini saya sudah meresa lega, karena sudah dapat menyelesaikan dua hal diatas dengan segala trik, sehingga saya bisa mendapatkan sebuah kesimpulan dan rekomendasi terhadap structure tersebut.

Kedepan sudah ada beberapa struktur bangunan yang dilengkapi dengan over head crane yang akan disertifikasi, guna sertifikasi tersebut maka perlu dilakukan appraisal terlebih dahulu untuk mengetahui kapasitas dari keseluruhan struktur tersebut terhadap equipped load. Yang khas dalam appraisal struktur over head crane ini adalah pembatasan lendutan yang lebih kecil disbanding struktur lainnya, semoga saya bisa buat cerita lagi mengenai appraisal structure over head crane merefer pada “AISC ASD-89 steel design guide series 7”.





“DRIVEN” OPEN SOURCE SOFTWARE FOR AXIAL CAPACITY OF ANY KIND OF PILE.

16 06 2008

Bagi para civil engineer khususnya geotechnical engineer yang sudah lama berkecimpung didunia engineering consulting tentunya software ini sudah tidak asing lagi, tapi bagi sebagian yang lain khususnya fresh graduate engineer mungkin baru dengar, sehingga saya berharap informasi ini bisa menjadi media bagi para engineer baru untuk dapat ikut menggunakan software ini untuk mempercepat pekerjaan.

 

Driven ini software apa pak, mamfaatnya apa?

 

Software ini dipublikasikan oleh U.S. Department of Transportation dan Federal Highway Administration  serta ditulis oleh Mr. Dean Mathias dan Ms. Michelle Cribbs. Seperti judul yang saya tuliskan diatas, software driven ini dibuat guna menghitung kapasitas vertical tiang pancang pada setiap elevasi kedalaman tanah yang direncanakan untuk berbagai jenis dan ukuran tiang (tiang beton, baja serta kayu baik yang berbentuk square, lingkaran maupun profil hot rolled shape seperti profil H untuk berbagai ukuran). Parameter yang dibutuhkan sebagai input dikategorikan dalam dua type tanah, untuk tanah kohesif maka inputannya adalah C (undrained shear strength) sedang untuk tanah berpasir imputannya adalah sudut geser dalam tanah yang dapat disikan langsung atau memasukan nilai N-SPT dan sudut geser dalam tanah akan dihitung oleh softaware secara otomatis.

 

Efek dari negative skin friction serta scourable juga dapat dimasukan dalam perhitungan ini guna memperoleh hasil perhitungan yang kritis.

 

Adapun output yang dapat ditampilkan adalah kapasitas vertical tiang pancang pada setiap elevasi tanah yang di display dalam table serta grafik, sehingga sangat user friendly dan mudah untuk dipahami.

 

 

 

Untuk mendapatkan software ini, silakan download diwebsite ini http://www.fhwa.dot.gov/engineering/geotech/software/softwaredetail.cfm, selamat belajar dan semoga bermamfaat.

 

 





PROYEK “UNIVERSITAS GRATIS”

9 04 2008

Mungkin tidak semua pesan yang termuat dari tulisan ini dialami oleh semua civil engineer yang bekerja di proyek (kalau bekerja di perbankan so pasti beda dong), tetapi lebih kepada pengalaman saya pribadi yang telah bekerja sebagai civil engineer diproyek selama kurang lebih 6 tahun (karir saya di dunia civil engineer dimulai sejak 2001).

 

Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita dapatkan dalam satu sesi pelaksanaan proyek, sesi satu proyek dimulai dari tahap engineering, lelang hingga construction dan berakhir dengan commissioning. karena proyek merupakan laboratorium yang cukup luas untuk melakukan praktikum guna mengobati rasa penasaran kita tentang berbagai hal sehingga wajar jika sebagian senior civil engineer berujar “proyek itu universitas tempat belajar yang dibayar”. Mana ada universitas didunia ini bisa belajar terus diberi duit, kecuali yang dapat beasiswa lho ya..

 

Di Universitas kan ada dosen yang mengajar, ada perpustakaan dengan berbagai jenis literature, di proyek kan hal ini tidak ditemukan pak…

 

Eit, jangan salah ya, diproyek itu banyak senior engineer yang telah berpengalaman puluhan tahun untuk berbagai jenis pekerjaan proyek yang dapat menjadi guru kita tentunya tergantung bagaimana pendekatan kita pada mereka, karena tidak semua mereka mau mengajari kita karena ilmu yang mereka punya merupakan hasil pencarian puluhan tahun. Kalau mengenai referensi pada perusahaan – perusahaan engineering consultant atau kontraktor atau yang berperan keduanya yang kita kenal dengan sebutak EPC (engineering procurement and construction company) memiliki perpusatakaan khusus dilengkapi dengan buku-buku terbaru termasuk standard/code (di universitas belum tentu ada lho standard ter-update seperti AISC, ACI dll) disamping juga bisa kita temukan contoh-contoh perhitungan untuk berbagai jenis structur pada proyek-proyek terdahulu, sehingga sangat membantu para fresh graduate dalam melakukan tugasnya, kira-kira semacam data base tugas akhir atau laporan KP yang dapat kita jadikan referensi saat kita menyusun TA atau KP pas kuliah dulu. Selain itu kita juga menemukan berbagai jenis catalog material langsung dari vendor yang memproduct material tersebut.

 

Trus laboratoriumnya dimana? Di universitaskan ada laboratorium…

 

Laboratorium buat praktek apa dulu nih, kalau lab buat test beton, test tarik baja biasanya jarang ada, karena hal ini bisa dilakukan dengan meminta  bantuan lembaga independent termasuk universitas.

 

Lab yang ada diproject apa dong, katanya laboratorium yang luas??….

 

Lab-nya ya proyek itu sendiri, diproyek anda dapat mempraktekan semua pengetahuan yang telah didapatkan selama dibangku kuliah guna mengoptimalisasi dan efisiensi pekerjaan proyek.bagi yang kebetulan bekerja sebagai civil engineer dapat melakukan perhitungan struktur untuk berbagai kemungkinan type struktur yang dapat diaplikasikan dan bagi yang lulusan civil engineer yang kebetulan berprofesi sebagai project control dapat bereksperiment tentang project management. Trus parameter ukurnya apa? Terdapat 5 parameter ukur yang dapat digunakan dimana hal ini merupakan goal dari suatu proyek meliputi :

  1. Proyek harus tepat waktu.
  2. Biaya yang dikeluarkan seoptimal mungkin sehingga sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan.
  3. Kualitas hasil pekerjaan sesuai dengan standard yang telah disyaratkan.
  4. Pekerjaan dilakukan denga aman tanpa kecelakaan, serta bewawasan lingkungan.
  5. Pekerjaan proyek diikuti dengan system administra dan pelaporan yang baik.

Sekarang sudah terbayangkan beberapa point berkenaan dengan judul dari tulisan ini, semoga bisa memberikan motivasi baru buat para mahasiswa teknik sipil guna serius dalam menuntut ilmu, karena setelah lulus “laboratorium serta unversitas” yang lebih luas menunggu karya-karya anda.