Sudah sejak setahun yang lalu saya berniat untuk menulis tentang hal ini diblog saya, tepatnya setelah mengikuti pelatihan dari MBT tentang perbaikan tanah lunak, karena kseibukan maka selalu terlewatkan. Membaca salah satu pertanyaan pada blog saya tentang perbaikan tanah lunak tehadap settlement, maka saya bermaksud menjawab pertanyaan tersebut sekalian menjelaskan permasalahan tanah lunak lainnya, kalau kata pepatah “sekali merengkuh dayung maka dua tiga pulau terlewati”.
Berikut saya kutipkan pertanyaan dari saudara Datyo.
“Salam kenal pak Badar, Saat ini saya akan melakukan perbaikan tanah urugan 2,5 km dari tepi pantai Gresik. Sehingga lokasinya ada di laut. sisi selatan dermaga, sisi barat dan utara adalah laut. Kami akan memasang storage tank dengan beban 20,000 ton. Karena ada di laut maka penurunan tanah sangat tinggi, Untuk tangki yang ada disebelah lokasi kami sudah mengalami penurunan 5-10 cm, padahal baru diurug 3 bulan yang lalu. Melihat ini kami akan menggunakan Vertikal drain untuk mempercepat pemadatan, akan tetapi ternyata biayanya sangat mahal. Apakah ada cara lain untuk melakukan pemadatan selain dengan cara prefabricated vertical drain ini pak.. tujuannya sih untuk ngirit biaya… Terima kasih….”
Umumnya jenis tanah yang mengalami konsolidasi berlebihan adalah lempung lunak jenuh. Terdapat beberapa metode yang bisa dilakukan guna perbaikan tanah lunak terhadap penurunan yang berlebihan (settlemen) dan secara garis besar dapat dikelompokan dalam tiga kategori : pertama dapat dilakukan dengan memasang vertical drain, kedua dengan menggunakan cerucuk atau corduroy serta yang ketiga dengan menggunakan pondasi tiang.
Pertama memasang vertical drain, tanah lempung lunak jenuh adalah tanah dengan rongga kapiler yang sangat kecil sehingga proses konsolidasi saat tanah dibebani memerlukan waktu cukup lama, sehingga untuk mengeluarkan air dari tanah secara cepat adalah dengan mebuat vertical drain pada radius tertentu sehingga air yang terkandung dalam tanah akan termobilisasi keluar melalui vertical drain yang telah terpasang. Vertical drain ini dapat berupa stone column atau menggunakan material fabricated yang diproduk oleh geosinindo atau pabrik yang lainnya. Pekerjaan vertical drain ini biasanya dikombinasikan dengan pekerjaan pre-load berupa timbunan tanah, dengan maksud memberikan beban pada tanah sehingga air yang terkandung dalam tanah bisa termobilisasi dengan lebih cepat.
Kedua dengan menggunakan cerucuk bamboo atau corduroy, prinsip kerjanya sebelum dilakukan penimbunan terlebih dahulu memasang bantalan baik yang terbuat dari bamboo (cerucuk) atau dari kayu gelondongan (corduroy) sehingga saat tanah dihampar tidak bercampur dengan tanah asli dibawahnya dan tanah timbunan tersebut membentuk satu kesatuan yang mengapung diatas tanah aslinya semacam pontoon yang mengapung diatas air. Terdapat pondasi cerucuk bamboo yang telah dimodifikasi dan dipatentkan oleh Pak Mansyur Irsyam (dosen ITB) yang telah diaplikasikan pada bebepara daerah diindonesia serta telah terbukti mamfaatnya.
Ketiga dengan menggunakan taing pancang, bisa berupa bore pile atau PC spun pile, sehingga struktur yang akan kita bangun diatas tanah tersebut tidak lagi menumpuh pada tanah lunak tersebut akan tetap menumpu pada lapisan tanah keras dibawahnya. Satu hal yang perlu diperhatikan saat merencanakan pondasi tiang pancang pada tanah lunak adalah negative skin friction.
Dua metode perbaikan tanah lunak yang saya sebutkan pertama cocok diaplikasikan pada pekerjaan jalan, yard penumpukan barang pada dermaga dll. Sementara untuk untuk pondasi dari struktur atau proses equipment yang tepat diguanakan adalah menggunakan pondasi tiang pancang.
Pile raft foundation, adalah pondasi yang sering digunakan untuk pondasi tangki pada tanah lunak. Prinsip kerjanya seperti deck on pile dimana tangki duduk pada pile cap yang ditopang oleh sejumlan pile dan saya selalu menggunakan metode seperti ini dalam merencanakan pondasi equipment dengan pertimbangan : penurunan yang diijinkan terhadap pondasi equipment sangat kecil, karena equipment ini tersambung dengan equipment proses lainnya melalui pipa baja yang cukup kaku
Ring foundation juga sering digunakan untuk pondasi tangki refer to API 650, akan tetapi pada kondisi tanah lunak tentunya sudah tidak cocok sebab apabila terjadi settlement yang tidak merata akan menyebabkan pondasi miring dan crack, dan ini merupakan awal kegagalan dari pondasi.
Ring foundation juga sering digunakan untuk pondasi tangki refer to API 650, akan tetapi pada kondisi tanah lunak tentunya sudah tidak cocok sebab apabila terjadi settlement yang tidak merata akan menyebabkan pondasi miring dan crack, dan ini merupakan awal kegagalan dari pondasi.
Terima kasih untuk informasinya pak.
Memang untuk yang menahan beban tangki kami menggunakan pile dia40cm kedalaman 25m (sudah dipesan) dimana tangki nanti duduk diatas pile cap. Tetapi karena tanah ini nanti turun terus maka kami kuatir dengan moment yang terjadi karena jarak tanah dengan bawah pondasi/pile cap nanti akan semakin lebar (> 1m), akan ada ruang kosong dibawahnya. Selain itu kami juga menggunakan area tersebut untuk loading dan unloading material, otomatis apabila penurunan tidak dihentikan maka akan mengganggu proses tsb.
Oya pak SPT dari kedalaman 0- 12 m hanya 0-1. SPT 15-50 baru ada di kedalaman 13m-25m.
Sepertinya tidak ada cara lain selain vertikal drain ya pak. Kalo cerucuk cuma sedalam tanah urugan baru mungkin kurang maksimal. karena tanah asli dibawahnya juga masih turun.
Terima kasih banyak sudah merepotkan…
Pak Datyo,
Saya sudah melakukan beberapakali pekerjaan penimbunan pada tanah lunak (tepatnya dipesisir delta mahakam) dengan menggunakan matras bambu kemudian dilengkapi dengan geotextile yang berfungsi sebagai separasi, hasilnya setelahah beberapa bulan, tidak menunjukan penurunan yang significant, salah satunya adalah penimbunan untuk area dermaga seluas 11 Ha untuk loading dan unloading.
Untuk mengantisipasi efek penurunan tanah terhadap pondasi dari pile, maka saat mendesign pile, anda harus mempertimbangkan hal-hal sbb:
1. Pile harus didesign mampu menahan beban vertical dari tank.
2. Pile harus didesign mampu menahan beban horisontal akibat angin dan gempa.
3. Pile harus dicheck akibat negative skin friction, yang akan mengurangin capasitas pile, negative skin friction dapat terjadi akibat penurunan tanah seperti yang anda sebutkan.
4. Anda harus meghitung terlebih dahulu letak titk jepit dari pile, silakan lihat dibukunya Pak Harry cristasi untuk perhitungan letak dari titik jepit pile ini, kemudian momen yang ditimbulkan akibat horisontal force terhadap pile dihitung terhadap titik jepit pile tersebut.
Saya ada beberapa forto proses pekerjaan penimbunan ditanah lunak dengan menggunakan system matras bambu, jika anda berminat insyaAllah bisa saya kirimkan japri.
salam
badar
pak, mo tanya, saya lagi mencari materi tentang tanah lunak, tentang apa itu tanah lunak, bagaimana menentukan sebuah tanah merupakan tanah lunak, tanah lunak itu tanah yang bagaimana….
saya sangat membutuhkan itu, untuk skripsi saya….
bapak tahu dan bisa bantu?
Pak saya tertarik dengan cerucuk bambu yang dipatenkan oleh pak mashur irsyam, kebetulan pak saya juga telah membuat penelitian tentang anyaman bambu. lebih tepatnya anyaman bambu berfungsi sebagai pengganti geotekxtil. bisa tahu pak detail paten pak mashur soalnya saya takut nanti dikira menjiplak pak. bisa dikirim ke email saya pak syafrizalil@yahoo.com
Pak saya pernah denger nih tentang memperkeras tanah lunak dengan bahan tertentu . info ini betul atau ngak pak soalnya bapak tidak memberikan point ini pada perbaikan tanah lunak. klu ada informasi kasih tahu ya pak
Mas Badar tolong diberi contoh perhitungan ringkas dan rumusnya daya dukung cerucuk bambu. Begitu juga perhitungan singkat atau rumusnya saja negative skin friction bila tanah sangat lunak dan dalamnya kira kira 24 meter. Salam kenal dan maaf sebelumnya, Trimakasih.
Pak Nugroho Yth.,
Untuk rumus perhitungan daya dukung tiang cerucuk, bapak bisa mendownload nya di alamat di bawah ini, semoga dapat memberikan apa yang bapak cari.
http://www.pu.go.id/balitbang/SNI/detail_sni.asp?gto=001415
Untuk metode pelaksanaannya bapak juga dapat mencari nya melalui search engine seperti yahoo atau google.
Terimakasih.
Pak Syafrizal Yth,
Mungkin perbaikan tanah dengan bahan tertentu yang bapak maksud adalah dengan menggunakan bahan ‘Soil Stabilizer’ seperti soil-cement atau lime-cement atau juga bahan campuran lainnya. Penggunaan Soil Stabilizer ini biasa diaplikasikan untuk pondasi dangkal seperti pada subbase jalan, faktor penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan soil stabilizer adalah kadar keasaman tanah tersebut. Untuk aplikasi pada tanah lunak yang cukup dalam dapat menggunakan Soil Deep Mixing atau High Pressure Injection dengan bahan soil stabilizer tersebut, ada juga dengan metode stone-column.
Semoga informasi nya berguna.
Terimakasih.
Pak Nugroho yth,
terima kasih atas informasinya, tapi saya masih butuh penjelasan mengenai pekerjaan yang saya tangani berupa pembuatan bangker tanki timbun BBM dengan kedalaman 3 m luas areal +- 4 x 6 m, rencana konstruksi yang digunakan pondasi bt belah dengan penambahan beton plat dibawahnya setebal 20 cm dengan besi D-12 polos, sedangkan kondisi tanah lunak/berair, apakah dengan konstruksi tersebut wajib hukumnya menggunakan pondasi tiang pancang meski plat dasar baik luasan maupun tebalnya diperbesar? apakah masih terjadi setlement nantinya ?
terimakasih
pak saya numpang nanya cara perhitungan jumlah dan jarak vertikal drain rumusnya apa?
pak saya andi numpang nanya donk
car perhitungan jumlah dan jarak certikal drain rumusnya apa pak?
salam kenal pak badar, saya indra, saya pemilik perusahaan yang memperoduksi tali ijuk salah satunya untuk pengikatan matras bambu, saya mau tanya, tali pengikat apakah yang lebih tepat untuk mengikat bambu pada matras bambu/bamboo raft/ rakit bambu?… karna setau saya di smping harga tali ijuk yang cukup murah juga memiliki daya tahan terhadap asam dan air laut (garam), terbukti tali ijuk peninggalan abad ke 18 pun masih utuh dan kuat di temukan tertanam dalam tanah.
assalamu’alaikum pak badar
kami mempunyai masalah dengan ruko yang kami bangun, sejak gempa melanda kota padang beberapa minggu yang lalu. pondasi yang ada di bagian belakang ruko tersebut turun sekitar 40 cm s/d 50 cm, sehingga cukup menggangu sturktur lain (stuktur masih dapat dipergunakan). kira2 solusi apa yang terbaik untuk memperbaiki ruko tersebut.
terima kasih sebelumnya atas solusinya pak badar.
wassalam
assalamu’alaikum pak badar
Pak saya ada masalah dengan tanah ekspansif cara yang paling efektif untuk menjaga kadar airnya agar stabil dengan metode apa ya. Dan kalau Bapak ada makalah tentang tanah ekspasif mohon saya diberi informasi untuk memperolehnya. Atas bantuannya dicapkan terima kasih.
wassalam