Pekerjaan penimbunan merupakan pekerjaan yang selalu mengawali pelaksanaan sebuah project, dimana pekerjaan ini merupakan bagian dari pekerjaan land preparation disamping land clearing serta cut soil. Sepintas pekerjaan ini sepeleh, dan kenyataannya image para pekerja dilapangan menganggapnya demikian. Apa betul demikian? Apa sih susahnya melakukan pekerjaan pemadatan tanah timbunan? Tanah dihampar kemudian dipadatkan, beres… trus dimana sulitnya? Dan kenapa mesti hati-hati…
Untuk menguraikan hal ini saya akan memulai dengan memaparkan pengalaman saya bulan kemarin sewaktu dimintai tolong salah seorang kawan untuk mendesign sejumlah pondasi pressure vessel dan facility lainnya pada satu unit oil processing plant. Saat pertama kali diberitahu bahwa rencana lokasi dari plant ini maka tanpa melihat data tanah yang ada saya sudah terbayang type pondasi dan estimate ukuran pondasinya (hal ini dikarenakan saya pernah mendesign oil processing unit yang sama disekitar lokasi tersebut). Tetapi disaat saya telah memperoleh data tanah dan akan memulai menghitung q.allowable dari tanah menggunakan formula Meyerhof, saya mulai sadar ada yang aneh dengan tanah ini sebab perkiraan saya data tanah disekitar lokasi tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi tanah dilokasi sebelumnya yang juga dilakukan pekerjaan yang sama dimana kondisi tanahnya tergolong cukup baik, awalnya saya mengira jika perusahaan yang melakukan sondir ini salah dalam mengambil data, akan tetapi prasangka saya tersebut salah ketika pihak perusahaan tersebut penegaskan bahwa demikianlah hasil dari tes tanah tersebut.
Kawan saya menambahkan kalau lokasi ini adalah lokasi timbunan, dengan kedalaman timbunan sekitar 8 m, kemudian saya cek grafik CPT nya, nilai qc tanah tegolong sebagai tanah sangat lunak dari elevasi 0.00 s/d -8.00, sama dengan ketinggian penimbunan kemudian pada elevasi tanah dibawah 8 meter nilai qc > 20 kg/cm2 dan ini termasuk tanah dengan daya dukung cukup bagus.
Daya dukung tanah pada elevasi dibawah 8 meter ini sama dengan daya dukung yang seharusnya pada lokasi sekitar plant tersebut merujuk pada pengalaman saya sebelumnya. Beranjak dari data dan cerita yang ada dilapangan, saya berkesimpulan bahwa daya dukung tanah menjadi jelek karena proses penimbunan yang kurang sempurna atau dengan kata lain pekerjaan penimbunan ini tidak sesuai prosedur.
Lho kok bisa terjadi? Gimana mekanisme kejadiannya?
Kita ketahui bahwa daya dukung tanah ditentukan oleh faktor sudut gesek tanah serta faktor nilai kohesi tanah, hal ini bisa dilihat dari persamaan berikut yang digunakan untuk menghitug kapasitas tanah :
Dari persamaan diatas terlihat bahwa daya dukung tanah merupakan faktor sudut gesek tanah dan kohesi. Trus apa korelasinya antara pekerjaan pemadatan dengan dua parameter tanah tersebut? Ya jelas berhubungan, dimana pemadatan tanah salah satunya dapat meningkatkan kuat geser tanah disamping juga akan meningkatkan kompresibiltas dan permeabilitas.
Kalau begitu gimana caranya untuk mendapatkan kepadatan optimum?
Untuk mendapatkan derajat kepadatan yang optimum banyak dipengaruhi oleh: jenis tanah, kadar air sewaktu pemadatan serta energi dan jenis pemadatan yang dilakukan. Untuk jenis tanah tidak menjadi concern saya dalam bahasan ini akan tetapi saya ingin menekankan pada kadar air sewaktu pemadatan serta energy dan jenis pemadatan yang dilakukan, apa yang salah dengan pekerjaan pemadatan pada proyek kawan saya yang telah saya ulas diatas? Pada saat pemadatan kondisi tanah kadar airnya lebih rendah bahkan terlalu tinggi dari kadar air optimum serta jumlah lintasan compactor saat melakukan pemadatan kurang dari yang disyaratkan sehingga kepadatan optimum yang diharapkan tidak tercapai.
Trus apa akibat dari kesalahan pemadatan ini terhadap konstruksi selanjutnya?
Type pondasi yang digunakan bergantung dari daya dukung tanah, seharusnya dengan daya dukung tanah sedang dan beban yang ditahan medium seharusnya type pondasi setempat sudah memenuhi, akan tetapi karena kondisi tanahnya jelek akibat kurang optimumnya pemadatan tanah makan pondasi yang digunakan adalah pondasi dalam, sehingga biaya pekerjaan pondasi menjadi lebih mahal, dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pondasi dalam lebih lama dari pada pondasi setempat.
Kan bisa dipadati lagi tanahnya untuk menaikan daya dukung tanahnya?
Efek dari compactor saat melakukan pemadatan hanya significant pada kedalaman kurang dari 50 cm, sehingga apabila dilakukan pemadatan kembali maka timbunan yang setinggi 8 meter tersebut harus dibongakar lagi, tentunya ini bukan pekerjaan mudah karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Sehingga berhati-hatilah dalam melakukan pekerjaan pemadatan, perhatikan parameter-parameter yang berpengaruh saat akan melakukan pemadatan, lakukan pemadatan layer by layer serta lakukan tes kepadatan pada setiap layer pemadatan dengan optimum kedalaman layer pemadatan adalah 30cm padat.

mo tanya pak..
klao melakukan pemadatan yang water content-nya terlalu tinggi, yang paling efisien diapakan?
Pak Dodo,
Yang namanya pemadatan harus dilakukan pada kondisi kadar air optimum, sehingga jika kadar airnya terlalu tinggi maka sebelum dipadatkan kadar airnya harus diturunkan dulu, misalnya jangan melakukan pemadata setelah selesai huja, tunggu kering dulu dan kadar airnya sudah optimum dan apabila kadar airnya kerendahan, maka dapat disiram dulu sebelum dipadatkan.
semoga membantu mencerahkan.
salam
badar
Ass,
Pak Badar,saya pernah melakukan sand cone test dan yang saya ingin tanyakan pada hasil percobaan tersebut,untuk mencapai dry density lapangan justru pada saat nilai kadar air jauh dari nilai kadar air optimum pemeriksaan lab,untuk diketahui hasil pemeriksaan di lab didapatkan nilai kadar air optimum 20 % dengan nilai Dry density max 1,71,sedangkan dari percobaan dilapangan untuk mendapatkan nilai 90% dari nilai dry density max didapat pada saat kadar air 9%-12%. mohon penjelasannya. Terima kasih
Wass.
Ass,
pak badar saya tunggu jawabannya,terima kasih
Wass
Aslm,
Ikut discuss ya !
Pak Ridho, bagaimana dengan kadar air 20 %, apakah sudah dilakukan percobaan di lapangan? kalau belum, berarti masih ada kemungkinan kepadatan akan naik, dari 90 % menjadi mendekati 100 % jika kadar air mendekati OMC nya.
Ada faktor lain yang cukup berpengaruh, yaitu homogenitas tanah di lapangan lebih sulit tercapai daripada di laboratorium (baik komposisi tanah, sistem pemadatan maupun kadar airnya).
Pada saat pengujian tanah untuk menentukan OMC, kondisinya jauh lebih ideal daripada kondisi tanah di lapangan : tanah homogen, kadar air relatif homogen dan pemadatan merata. Bagaimana dengan kondisi di lapangan ? hal tersebut sulit tercapai.
Salam,
Sulis.
ass.
pak badar
menarik ulasan bapak mengenai kepadatan tanah, boleh tanya pak, gimana sebaiknya kepadatan tanah untuk konstruksi container yard dengan beban optimum sd 35 ton berat container, mohon bantuannya, klo bisa dengan konstruksi landasannya….
saya rencana menggunakan pavin block K400, bgm dng subbase n basenya pak,
terima kasih atas idenya…
salam
arif
Alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu,
Pengalaman saya untuk konstruksi dock untuk meletakan alat-alat berat termasuk container terdapat dua hal yang harus diperhatikan yaitu stabilitas tanah serta penurunan. Adapun beberapa metode perbaikan tanah yang sering dilakukan untuk memperbaiki kualitas tanah sub-grade adalah:
1. Melakukan penimbunan secara bertahap, dimana tinggi penimbunan pertahap maksimum << 5 x c / gamma x Sf.
2. Memasang vertical drain atau konstruksi yang memiliki fungsi semisal seperti gravel column guna mempercepat penurunan tanah.
Apabila yard tersebut dibangun diatas tanah expansif, maka sebaiknya tanah expansif tersebut diganti dulu atau diperbaiki dengan menambahkan semen atau kapur guna menurunkan nilai kembang susut dari tanah tersebut.
Setelah kualitas tanah subgrade sudah dipastikan bagus baik dari segi stabilitas maupun penurunan, maka selanjutnya anda bisa mendesign perkersan diatasnya seperti perkerasan jalan baik itu flexible pevement atau rigin pevement.
Apabila anda menggunakan perkerasan dari paving block maka sebailnya anda membuat lapisan sub base corse serta base corse denga ketebalan tertentu dengan kepadatan maximum 98% dry density baru setelah itu paving block dipasang.
Semoga sedikit membantu.
salam
badar
Tulisan yang bagus dan mudah dimengerti, saya belum sempat banyak komentar. Insya Allah ada waktu luang disambung. Sukses selalu
Pak Yan,
Terimakasih telah berkunjung dan memberi koment diblog saya, semoga bisa memberikan secercah mamfaat.
salam
Salam kenal pak Badar,
Saat ini saya akan melakukan perbaikan tanah urugan 2,5 km dari tepi pantai Gresik. Sehingga lokasinya ada di laut. sisi selatan dermaga, sisi barat dan utara adalah laut. Kami akan memasang storage tank dengan beban 20,000 ton. Karena ada di laut maka penurunan tanah sangat tinggi, Untuk tangki yang ada disebelah lokasi kami sudah mengalami penurunan 5-10 cm, padahal baru diurug 3 bulan yang lalu. Melihat ini kami akan menggunakan Vertikal drain untuk mempercepat pemadatan, akan tetapi ternyata biayanya sangat mahal. Apakah ada cara lain untuk melakukan pemadatan selain dengan cara prefabricated vertical drain ini pak..
tujuannya sih untuk ngirit biaya…
Terima kasih….
Assalamualaikum wr wb,
Salam kenal Pak Badar.
saya mahasiswa teknik sipil mendapatkan tugas mengenai perbaikan tanah dengan pemadatan. Yang ingin saya tanyakan apakah bapak memiliki gambar atau video kalau bisa tentang proses pemadatan tanah dan metoda perhitungannya serta metode konstruksinya.
Terima kasih atas bantuannya.
wassalamualaikum
Alaikumsalam Misty,
Kalau video saya tidak punya, tapi saya ada sejumlah materi training tentang hal ini yang dilengkapi foto, mungkin bisa sedikit menambah referensi anda, insyaAllah akan saya up-load setelah lebaran ya, soalnya sudah mau cuti.
Metode perhitungan untuk pekerjaan penimbunan tidak ada yang spesial, kecuali membatasi penimbunan layer per layer, seperti yang jelaskan pada tulisan ini serta pembatasan tinggi kritis penimbunan pada tanah lunak agar tidak terjadi kegagalan pada daya dukung tanah dasarnya, dimana:
hkritis = 5C / (gamma x SF), dimana c = nilai kohesi tanah, gamma = berat satuan volume tanah.
salam
badar
Assalamu’alaikum Misty,
Silakan download satu file tentang perbaikan tanah lunak di link berikut http://ifile.it/1lhrap6
salam
badar
selamat siang pak badar saya punya pekerjaan pengurukan lahan eks tambak dengan kedalaman 1.80 cm luas +/- 1 ha rencana saya akan saya pakai sistem pengurukan dengan ketebalan masing2 layer 60 cm dengan kepadatan memakai vibro roller. berapa tonase vibro dan kecepatan berapa agar kepadatan bisa maksimal. untuk diketahui lahan tersebut akan dibangun bangunan bertingkat 5. terimakasih saya tunggu jawabannya di e-mail
Dear Oka,
Yang sering kami lakukan untuk mendapatkan kepadatan maximum saat melakukan penimbunan dengan melakukan trial & error untuk mengetahui jumlah passing dari vibro roller, dimana type vibro roller sudah fix dengan medium speed. Saat melakukan trial & error ini kadar air dari tanah dibuat optimum yang diperoleh dari hasil pengujian dilab.
salam
badar
Terima – kasih sebelumnya atas jawabannya. ada yang saya ingin tambahkan material urugan dari sirtu dan kondisi lahan tambak sudah dikeringkan dalam jangka waktu +/- 6 bulan dan vibro roller dengan bobot 25 ton. Tolong beri kami masukan sesuai dengan pengalaman yang pernah bapak laksanakan. Terima kasih
salam hormat,
saya punya tahan bekas lahan persawahan rencananya lahan itu akan saya uruk dengan ketinggian 50 cm dari badan jalan luas tanah saya 3,2 hektar. pertanyaan saya berapa banyak (dalam hitungan kubik) tanah yang saya perlukan guna pengurukan tersebut. mohon bantuannya, terima kasih.
pak, mohon masukan jawabannya di email, terima kasih
Dear Pak Badar,
numpang nimbrung nech pak
Saya ada project untuk membuat slope protection untuk dike
agar tanah nya tidak longsor dan masuk ke facility
kira-kira selain slopenya di paving block, jika dikasih lean concrete
cukup kuat gak yach pak untuk mengcoper dinding slopenya? panjang kemiringannya kira2 1.5 m
atau ada ide konstruksi lain untuk mengcover atau slope pretection sebaiknya pakai apa?
terima kasih buat bantunnya
salam
Nancy
salam kenal, Pak
terima kasih pak atas ulasannya mengenai pemadatan tanah
saya sedang mengerjakan skripsi mengenai pemadatan tanah
pemadatan tanah di lapangan yang diinginkan untuk ta sy sekirar 80%-90%
(sangat tinggi mengingat potensi likuifaksi di daerah tersebut)
yang ingin saya tanyakan adalah mengenai cara pemadatan tanah yang sesuai untuk kondisi ini
saya memilih menggunakan vibroflotation apakah ini cukup efisien dan dapat memenuhi kebutuhan pemadatan lapangan?
yang kedua
pemadatan tanah ini dilakukan di bawah dan di atas muka air
di bawah muka air +/- 16 m dan di atas muka air 4,5 m
apakah ada perbedaan proses pemadatan tanah untuk di atas dan di bawah muka air? kalau memang ada bagaimana untuk pemadatan tanah di atas muka air? apakah cukup untuk menggunakan alat2 pemadatan standar saja?
yang ketiga
apakah ada perhitungan untuk mengetahui jarak stone column minimum agar mendapatkan hasil seperti yang diinginkan?
untuk tambahan saya menggunakan tanah pasir untuk timbunan tersebut
terima kasih
-yosi-
Kawan saya menambahkan kalau lokasi ini adalah lokasi timbunan, dengan kedalaman timbunan sekitar 8 m, kemudian saya cek grafik CPT nya, nilai qc tanah tegolong sebagai tanah sangat lunak dari elevasi 0.00 s/d -8.00, sama dengan ketinggian penimbunan kemudian pada elevasi tanah dibawah 8 meter nilai qc > 20 kg/cm2 dan ini termasuk tanah dengan daya dukung cukup bagus.
Note : apa tidak terbalik mas.. tanah lunak menimbuni tanah dengan bearing capacity yang bagus…karena dengan ketinggian timbunan 8 m mungkin kah itu Preloading atau surchage loading dimana biasanya cara ini dilakukan untuk mempercepat proses konsolidasi serta menggantikan lapisan tanah lunak dengan timbunan dengan pemadatan yang cukup baik untuk memperoleh bearing capacity yang direncanakan.
karena biasanya dari interpretasi data CPTU daya dukung lapisan timbunan memberikan nilai yang bagus di banding dengan lapisan tanah lunak…
ok mohan maaf bila ada statement yang salah
salam.